Tami Punya Karya

Tami Punya Karya. "Tulisan yang ada di sini semua adalah hasil inspirasi yang ditangkap lewat ANGIN dan SUARA HATI."

Kamis, 08 Juli 2010

My Life = STROBERI

Ada banyak cerita tentang kita kawan.. Jalani saja dulu setiap episode hidup ini (beserta NANO-NANOnya), nantinya, semua akan menjadi sejarah dan kenangan yang mengukir senyum di bibir :). Dan kita benar2 tersadar bahwa itu semua tidak akan bisa terulang lagi.
-Tami-

Seiring alunan musik kesukaan kita, pada saat itu terkadang kita juga memutar kembali memori kenangan kita. Ah, biar kutebak, pada saat itu kita pasti mengguratkan wajah yang sendu. Tersenyum lepas, haru, menitikkan air mata, tertawa geli, atau bahkan hanya diam, tapi menyimpan sejuta rasa. Kita berusaha menghadirkan gambar-gambar masa lalu kita dalam benak kita dan menyamakan alur cerita dengan lagu yang kita dengar saat itu. Agar kenangan itu benar2 bisa terasa di hati. Musik memang ampuh untuk menjelaskan apa yang kita rasakan, terkadang juga menyentil bagian hidup kita. Yang pasti, kita ingin mengingat semua kenangan yang paling berbekas itu dengan tidak meninggalkan satu potongan cerita sekalipun!

Ya…biar musik yang mengantar kenangan itu untuk kembali kita ingat. Lepas dari itu, hmm…banyak cerita yang telah kita buat kawan, banyak episode yang telah kita lewati, dan kini semua telah menjadi sejarah hidup kita masing-masing. Semoga setiap cerita yang paling berharga, dapat diukir pada buku harian, memori, dan hati kita.
Mungkin dapat dimulai dengan kata “INGATKAH KALIAN KETIKA…” Maka semua memori akan hadir kembali :).

-Ketika kita merasakan rasanya jatuh cinta, kemudian masing-masing kita bersorak “CIEEEE…”

-Ketika kita sama2 menjahili teman kita sampai dia benar2 merasa kesal bahkan marah hanya gara2 kita ingin memberinya SURPRISE kecil dan istimewa di hari ulang tahunnya :D.

-Ketika kita jalan bareng, JUST HAVE FUN TOGETHER. “Berfoya-foya” ketika liburan datang dan selesai ujian. Seakan-akan itu semua harus dilakukan dan menjadi tradisi kita.

-Ketika kita kabur dari LES sewaktu SMA. Efek dari kejenuhan siswa SMA kelas 3, hhaa…

-Ketika kita barnarsis ria dalam pelajaran. Jepret sana, jepret sini, ngupil sana, ngupil sini, SMSan, surat-suratan, ngegossiip, TIDUR, yang cowok fokus liat luar jendela, nggak tau mau nyari angin tau liatin cewek :P.

-Ketika kita marah-marah gak karuan karena tugas ini dan itu, guru ini begini, guru itu begitu.

-Ketika ada tugas PENULISAN KARYA ILMIAH sebagai syarat mengikuti UN! Sumpah, ini hal yang benar2 tepontang panting! Hhaa…

-Ketika UN! Ahh…terasa sekali kekompakan kita. Benar2 merasa seperti keluarga besar :P.

Ah, banyak ketika2 yang lainnya yang tidak bisa diceritakan disini! Inilah HIDUP. Mungkin saat kita menjalani satu episode, banyak reaksi di dalamnya. Marah, kecewa, sedih, sakit hati, dan keluhan-keluhan lainnya. Tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan! Atau di episode lainnya kita merasa senang, bahagia. Sesuai dengan keinginan kita. Kadang, kita lupa dengan kata2 ini: “NIKMATI SAJA SETIAP EPISODE HIDUP APAPUN RASANYA.” Karena nantinya, semua episode yang kita lalui itu, dengan berjuta rasa di dalamnya akhirnya akan mengukir senyum di bibir dan di hati. Walaupun kita mengalami kenangan yang menyakitkan sekali pun, aku yakin ketika kita kembali mengingatnya, kita tetap akan kembali tersenyum, karena ada hikmah yang luar biasa di baliknya :). Satu hal lagi yang paling penting kawan, saat kau memutar lagu kesukaanmu dan berusaha menghadirkan kenangan paling berbekas sesuai dengan nuansa lagu itu, maka saat itu juga kau akan benar-benar sadar bahwa kenangan itu TIDAK BISA TERULANG lagi! So enjoy your life guys! Ikuti saja skenario dari Tuhan, Dia sutradaranya, dan kita Artisnya :). Tuhan punya “surprise” di balik setiap episode yang kita lakoni. Dan semua itu akan membuat kita tersenyum jika kita bisa “membaca” skenarioNya dengan baik. Jangan sia-siakan setiap episode ceritamu dengan hal-hal yang nantinya akan membuatmu menyesal :). Hari ini tidak akan sama dengan esok.

Bagiku, hidup ini seperti rasa buah STROBERI. Warnanya yang merah segar itu mempunyai rasa yang manis, namun juga bisa asem. Atau campuran keduanya. tapi aku yakin, kecutnya buah stroberi pernah membuatmu terkejut kecil sambil memicingkan matamu dan mengangkat sedikit kedua bahumu, dan manisnya buah stroberi membuat simpul di bibirmu. Dari kedua rasa itu kau tetap saja suka buah stroberi kan? Atau kau masih menggunakan buah stroberi sebagai pemanis dan penghias makananmu :). Hidup juga gitu, ada manis dan kecut, namun kau tetap mau menjalaninya sadar atau tanpa sadar :D

Sippirillii…My life=STROBERI! I love STROBERRY^^

Utami Ramadhanti
Jatinangor, 25 Juni 2010
08.30 WIB

Polos, namun Berwarna


Anak-anak itu, mereka polos namun berwarna. Ada pesan tersirat di dalam diri mereka.
-Tami-

ANAK-ANAK. Mendengar kata itu sering kali yang tergambar di benak kita adalah POLOS. Ya, mereka polos sekali. Sering kali kepolosan mereka membuat kita tersenyum dan tertawa lepas. Membuat kita senang berada di dekat mereka. Tapi, tahukah kalian kawan, mereka itu polos, namun berwarna. Ada pesan tersirat di dalam diri mereka. Banyak kepolosan-kepolosan mereka yang kita tangkap, kepolosan-kepolosan itu yang akhirnya menghadirkan banyak warna, dan apabila kita bisa “membaca” mereka dengan baik, maka kita dapat mengerti mereka, serta dapat menerjemahkan pesan tersirat yang ada di dalam diri mereka. Pesan tersirat yang mungkin bukan dari anak-anak itu, tapi bisa saja pesan dari malaikat atau bahkan TUHAN! Anak-anak itu bisa saja hanya menjadi perantaranya :).

Coba kalian perhatikan anak-anak itu dengan lekat. “Baca” mereka. Jangan hanya gunakan mata saja, tapi juga gunakan mata hati kita. Jangan hanya gunakan logika saja, tapi juga gunakan perasaan kalian. Mmm…mungkin jangan di perhatikan saja, tapi cobalah untuk membaur dan berinteraksi dengan mereka. Pasti kepolosan-kepolosan mereka membuatmu merasa senang atau terkadang membuatmu merasa geram dan jengkel! Biasanya yang membuat kita jengkel dengan mereka adalah karena pertanyaan berenten yang jawabannya tidak kita ketahui atau yang belum sepantasnya mereka ketahui atau bahkan kita sulit memilih diksi yang sesuai untuk mereka. Selain itu, mereka juga sulit untuk diatur, banyak maunya, suka berisik, apalagi kalau sudah menangis dan merengek-rengek! Aih, aih, mulai panik dan ngedumel lah kita :D. Oke, mari kita telisik. Kenapa sih mereka suka berulah alias rewel? Ya…mungkin karena mereka sudah mulai lelah, jenuh, ngantuk, dan yang pasti mereka tidak mendapat apa yang mereka inginkan. Tapi, di sisi lain ketika kita sedang menghadapi anak-anak yang sedang berulah (rewel) dan kita mulai ngedumel, coba dengar suara hatimu kawan, dengar lebih seksama. Hei…bukankah Allah ingin kita bersikap SABAR dan IKHLAS? Bisa saja anak-anak itu berulah (rewel) karena kita tidak sabar dan ikhlas menghadapi mereka.

Sama halnya ketika anak-anak itu membuat kita senang. Senyum mereka, tawa mereka, dan tangis mereka yang lepas tanpa beban, membuat kita tersenyum dan tertawa dengan spontan. Aku jadi berpikir, sudah berapa kali aku tidak tersenyum, tertawa, dan menangis dengan lepas seperti mereka? Tersenyum, tertawa, dan menangis tanpa memikirkan apapun, tanpa beban! Lebih sederhananya melakukan itu semua dengan IKHLAS, TULUS, DAN SABAR. Bukankah keikhlasan, ketulusan, dan kesabaran itu yang membuat diri kita sendiri menjadi bahagia, bahkan orang lain pun kecipratan ikut bahagia :). Ah…pantas saja anak-anak itu lebih sering membuat kita senang, bahagia, tertawa, tersenyum. Karena mereka POLOS dan BERWARNA. Polosnya tidak dibuat-buat. Coba kalian lihat mata mereka, matanya memancarkan cahaya kejujuran bukan?

Anak-anak yang berlari dengan layangannya, anak-anak yang tersenyum dengan gulali di tangannya, anak-anak yang pulang ke rumah dengan lumpur di badannya, anak-anak yang menangis dengan kerasnya, anak-anak yang berteriak mainannya rusak, anak-anak yang tertawa dengan gigi ompongnya, dan banyak kepolosan lainnya. Sungguh, mereka banyak memberi pesan tersirat tentang hidup kawan. Dekati dan rangkul mereka :).

Aku mulai belajar untuk mengerti dan mencintai mereka n__n. ketika aku lelah dengan segala kesibukan dunia, aku akan lebih memilih untuk berjumpa dan berinteraksi dengan anak-anak. Mereka mengajarkan aku bagaimana untuk tersenyum, tertawa, dan menangis dengan lepas! Warna yang ada di dalam diri mereka dapat memberiku energi positif untuk melupakan sejenak rasa lelah dan kepenatan hidup.

Anak-anak itu, mereka memancarkan dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain melalui kepolosan mereka :).


Utami Ramadhanti
Jambi, 07 Juli 2010
21.20 WIB

Jumat, 02 Juli 2010

Ini Cerita Tentang Senja dan Aku

“Di saat senja turun, maka kau akan merasakan ketenangan dan kedamaian. Rasakanlah.”
-Tami-


Senja…
Beberapa teman mengatakan kalau aku suka sekali menggunakan kata SENJA dalam tulisan-tulisanku. Ya…bagiku, senja sangat spesial, ia punya makna tersendiri dan berarti untukku :). Kali ini aku akan mendeskripsikan apa itu SENJA secara kasat mata. Senja yang selama ini selalu hadir mengantarkan malam dengan waktu singkat.

Senja…
Sungguh, Bingkainya sangat INDAH kawan. Ia mengantarkan sang fajar untuk turun dari peraduannya, dan langit pun mulai tersipu malu, merona merah karena sang fajar perlahan turun sambil merayu langit. Kini terlihat langit senja berwarna jingga. Burung-burung pun ikut serta mengantar sang fajar turun, mereka terbang membentuk huruf V, indah sekali! lalu kembali bertengger di atas tali listrik, berjejer rapi. Anak-anak kecil yang masih polos pun juga begitu, berlari ke sana kemari dengan tawa khas mereka, berteriak girang. Atau sering kali mereka menyambut senja dengan berlari, berteriak, bersorak sambil memainkan layangan. Sampai akhirnya ibu mereka berteriak memanggil mereka untuk masuk ke rumah, karena senja hampir usai. Langit yang jingga, burung yang bertengger rapi, ibu-ibu yang berteriak memanggil anak-anaknya untuk masuk ke rumah, menghadirkan suasana hening, tenang, dan damai. Tidak ada lagi kesibukan dunia yang di lakukan. Mungkin yang terdengar hanya suara desiran angin atau suara jangkrik. Ya… itu semua kita lakukan, sadar atau tidak sadar hanya untuk menanti AZAN MAGHRIB kawan. Kita menunjukkan rasa hormat, segan, dan takut kita pada ALLAH. Lain hal dengan azan shubuh, zuhur, ashar, dan isya yang berlalu begitu saja. Merasakah kalian kalau azan maghrib mendapat perlakuan istimewa dari kita? Sadarkah kita akan hal ini?

Untuk itu, SENJA sangat spesial untukku kawan :). Benar-benar ada ketenangan dan kedamaian di sana. Coba kalian perhatikan senja esok hari dan rasakanklah atmosfirnya.
Lepas dari itu, aku juga sering menggunakan kata SENJA sebagai perumpamaan, seperti: “susun dalam bingkai senja”, “keeping-keping senja”, dan lain sebagainya. Senja di sini aku ibaratkan seperti kenangan masa laluku. Senja identik sekali berwarna JINGGA, seperti kenangan masa lalu yang identik dengan warna SEPIA :). Ah, banyak cerita dan makna yang terimpan dalam senja kawan, begitu juga dengan kenangan kita.

Senja…
Aku harap kau tetap begitu, setidaknya aku dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam beberapa jam saja di tengah kepenatan dunia ini.

Utami Ramadhanti
Jatinangor, 02 Juli 2010
08.00 WIB

Kita Bukan Wanita Biasa


“Aku Bukan Wanita Biasa, karena aku ingin menjadi LUAR BIASA di mata Tuhan.”
-Tami-

Sering kita mendengar kata-kata ini: SAYA HANYA MANUSIA BIASA...(bla, bla, bla). Biasanya kata-kata ini kita gunakan untuk merendahkan hati atau bahkan merendahkan diri! Tapi, bagi saya kata-kata ini hanyalah kamuflase atau bahkan formalitas saja. “Saya hanya manusia biasa,” kata2 ini hanya diucapkan banyak orang dengan tanpa sadar dan mereka sendiri tidak mengerti apa esensi mereka mengucapkan kata2 itu.

Hemm…mungkin kita memang hanya manusia biasa di mata orang lain, tapi jadikanlah dirimu menjadi tidak biasa di mata Tuhan dengan mencintaiNya dan melakukan segala sesuatunya karena Dia, melakukan sesuatu kebaikan tanpa harus dilihat atau dipuji orang lain. Maka secara otomatis kita juga akan menjadi sosok yang LUAR BIASA di mata orang lain! Ya, bisa dikatakan itu adalah efek samping atau BONUS dari Tuhan karena kita telah MencintaiNya dan melakukan segala sesuatunya karena Dia. Tidak ada yang sia2 di dunia ini kawan, semua punya NILAI. Cinta kepadaNya punya arti luas lho, cinta kepadaNya berarti cinta pada Rasululullah dan para sahabat serta pendahulunya, cinta kepadaNya berarti cinta kepada sesama, cinta kepadaNya berarti BERTAQWA, dan lain-lain (masih bisa di detail lho).

Ingin sekali rasanya menjadi wanita yang SEDERHANA tapi LUAR BIASA di mata Tuhan. Menjadi wanita sederhana dengan berpenampilan apa adanya (tidak menonjol ataupun nyentrik) sesuai dengan jati diri kita, menjadi wanita sederhana dengan kepribadian yang anggun, menjadi wanita sederhana dengan bersahabat dan bergaul dengan semua orang, menjadi wanita sederhana dengan menjadi diri sendiri. Dan menjadi wanita yang luar biasa di mata Tuhan dengan CINTA kepadaNya dan melakukan segala sesuatunya karena Dia. Wow, GREAT! Mungkin yang lebih tepatnya, WANITA SEDERHANA dengan KEPRIBADIAN yang LUAR BIASA! Aha…pasti kita semua ingin seperti itu kan? Yuk…kita introspeksi diri dan saling mengingatkan :). Berusaha menjadi lebih baik setiap harinya.

Finally, aku selalu bangga mengatakan bahwa aku BUKAN WANITA BIASA! Walaupun mungkin orang tua, adik2, teman2, guru, dosen, sahabat terdekat sekalipun belum mengerti di mana letak BUKAN BIASAnya, hehe… Tapi sampai sekarang aku memang merasa bahwa aku bukan wanita biasa :). Kenapa nggak, toh aku memang berbeda dari yang lain, berbeda dari wanita2 lain. Setiap orang mempunyai kepribadian dan keunikan sendiri kan? Aku berani bilang, kalau hanya ada satu wanita seperti aku :D. mungkin orang2 yang mengenalku dengan baik akan mengatakan: “Untung aja yang namanya UTAMI RAMADHANTI Cuma satu di dunia ini, kalau nggak bisa berabe dah!” hhaa… Ya, BUKAN WANITA BISA, kata2 ini selalu menjadi sugesti positif buatku :). Terkadang kita lupa kalau kita sendiri memang BUKAN WANITA BIASA, SUPERWOMAN! Haik! :p. coba deh, lakukan semua kegiatan dan kesibukanmu itu dengan menganggap/berimajinasi bahwa dirimu itu SUPERWOMAN, POWER RANGER, SAILORMOON, ataupun tokoh2 lainnya yang HEBAT, lalu mengatakan EVERYTHING IS UNDERCONTROL! Mungkin semuanya akan kelihatan lebih mudah dan kamu akan lebih bersemangat. Ambilah waktu untuk merenung, buka alam sadarmu, dan berikan dirimu sugesti positif. Di samping motivasi dari luar, motivasi dari dalam diri sendiri biasanya LEBIH AMPUH! Maka kamu akan benar2 menyadari bahwa kamu memang SPESIAL DAN LUAR BIASA.

Well, WE ARE A SIMPLE WOMAN but WONDERFUL :D. You must be proud about of you.

Utami Ramadhanti
Jatinangor, 29 Juni 2010
19.50 WIB

Selasa, 29 Juni 2010

Lelaki di Ujung Senja

Ia berjalan lirih menusuri lorong gang itu
Berjalan tanpa memalingkan mukanya lagi padaku
Berjalan hingga punggungnya tak tampak lagi olehku
Aku diam terpaku di sini, menatapnya kosong
Pergilah, bawa semua keping-keping cerita kita
Susun dalam bingkai jingga
Aku takkan menunggumu lagi
Selamat tinggal

Utami Ramadhanti
Jatinangor, 26 Juni 2010
19.43 WIB

Sabtu, 26 Juni 2010

Iam A Rainbow


“Aku punya banyak warna, dan semua warna tidak untuk semua orang.”
-Tami-

Aku senang sekali menyebut diriku seperti PELANGI yang turun dikala hujan reda :). Ya…aku juga punya “pelangi” di dalam diriku. Bukan pelangi yang turun setelah aku mengeluarkan air mata lho :p. Aku pernah mengatakan pada teman2ku kalau aku punya banyak warna, dan semua warna tidak untuk semua orang. Warna-warna itu pelangi yang muncul dalam diri aku :)

Hmmm…tidak seperti lagu Ariel yang akhir2 ini sering di putar di media TV “Tapi Buka Dulu Topengmu…”. Perlu dicatat, kalau warna2 yang kumiliki dalam diriku itu bukan TOPENG! Aku tidak menyebutnya sebagai topeng, ataupun bermuka dua! T I D A K teman. Bagiku topeng, bermuka dua, mempunyai makna yang berbeda dengan WARNA yang kupunya :D

Warna di sini bisa aku jelaskan kalau aku dapat bersikap dan berprilaku berbeda pada tempat dan orang yang berbeda. Atau lebih singkatnya, aku mempunyai cara berbeda alias tersendiri dalam menyikapi sesuatu. Dan tidak semua kepribadianku aku tunjukkan pada semua orang, termasuk pada sahabat terdekatku sendiri :). Seperti pelangi, ia punya banyak warna, tapi hanya sebagian warna yang hanya kasat di mata kita: merah, kuning, hijau. Mungkin di daerah yang lain, di waktu yang lain pula, pelangi dapat mengeluarkan lebih dari ketiga warna itu. Walaupun terlihat samar2.

Bukan berarti aku wanita yang punya banyak kepribadian dan sulit dimengerti. Pada dasarnya wanita selalu ingin dimengerti dan diperhatikan. Masalah siapa aku mungkin tidak bisa dinilai dengan singkat atau dengan perkenalan “say hello” saja. Kalian bisa menilai aku dari warna2 yang pernah aku perlihatkan dan aku berikan pada kalian :). Tapi, aku lebih senang jika kalian dapat melihat dan menilaiku dari berbagai dimensi yang di dalamnya terdapat banyak warna :). Jangan hanya dari satu atau dua dimensi saja, tidak banyak warna di dalamnya.

Baiklah, buat teman2, maaf jika ada warna yang aku punya menyinggung perasaan kalian atau bahkan kalian tidak suka dengan warna itu :’). Mungkin warnanya sudah kabur, tintanya perlu diisi ulang, hhaa :p, atau ada warna yang menurut kalian terlalu menyilaukan, mungkin tintanya terlalu banyak. Intinya, saya harus bisa mengendalikan warna2 yang ada di dalam diri saya, agar selalu tampak indah^_^.

Jika kalian menemukan banyak warna dalam diriku, dan aku suka sekali menunjukkan warna dominan dari warna yang lain kepada kalian, itu karena KALIAN SPESIAL buat aku. Punya tempat tersendiri di hatiku :). Aku yakin, kalian juga punya banyak warna, dan mungkin lebih bervariasi dan indah n__n.
Saya selalu suka dengan kata2: BE YOUR SELF n DON’T JUDGE IT’S BY COVER.
HIDUP INI INDAH DAN PENUH WARNA.


Utami Ramadhanti
Jatinangor, 23 Juni 2010
07.33 WIB

Jumat, 21 Mei 2010

Ada Senja di Wajahmu

Menghadirkan serpihan-serpihan hitam putih
Menatap lembut ruang hampa
Membentuk simpul di bibir
Matanya berbinar, ada sebongkah cahaya tentang dirinya
Wajahnya merona merah
Diam-diam aku megintip malu
Ah, kau sungguh membentur bebalku
Habislah kata-kataku tentangmu
Kau bagaikan bidadari dari ujung senja
Ada jingga di balik wajahmu

Utami Ramadhanti
15 Maret 2010

Special for my best sista in my life :)
Kalian sungguh berharga

Cukup Mengerti Saja

Jangan Tanya kenapa aku menangis
Biar hati dan logika yang bergulat
Jangan Tanya kenapa aku menangis
Biar air mata memecah segala amukan
Jangan Tanya kenapa aku menangis
Biar kepalan tangan meredam segala hingar binger
Jangan Tanya kenapa, karena memang tak butuh alasan
Aku wanita dibalik tirai senja
Cukup mengerti saja

22 April 2010
12.36 WIB

UTAMI RAMADHANTI

Kamis, 13 Mei 2010

Yang Selalu di Hati


Ombak laut, tak mengalahkan ketenangan hatinya
Lembutnya rembulan, tak mengalahkan kasih sayangnya
Teriknya matahari, tak mengalahkan semangatnya
Tingginya gunung, tak mengalahkan kerendahan hatinya
Kerasnya batu karang, tak mengalahkan kesabarannya
Hanya ada satu sosok istimewa sepertimu di dunia
Ibu

Utami Ramadhanti
Jainangor, 09 Mei 2010
18.50 WIB

Sabtu, 08 Mei 2010

Ketika Aku Menjadi Dia

Enggan dibunuh waktu
Terus berlari melawan arus
sampai akhirnya hati kecil memberontak
hingar bingar, keheningan tak mengalahkan segala amukan
Semua pecah
Remuk
Hancur
Dalam genggaman tangan
Angin tak perlu mendengar teriakanku
Biar darah yang menetralisirnya
Karena aku punya hati
Dan aku bukan dia!


Utami Ramadhanti
17 Maret 2010